Tolak Deklarasi #2019 Ganti Presiden,4 Ormas Kunjungi Mapolres Serang Kota

SERANG (Gerbang Banten)-Terkait deklarasi Tag # 2019 ganti Presiden, yang rencananya di gelar 10 agustus 2018 di halaman parkir kenadziran Sultan Maulana yusuf ,mendapat penolakan dari berbagai kelompok.

Menanggapi Hal tersebut, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan Hari ini saja, sudah ada empat kelompok yang menolak deklarasi Tagar 2019 ganti presiden. “Dari Jawara Banten Bersatu, kasunyatan Banten, Gempur dan ini dari Pedas,” ujar Kapolres Serang Kota ketika di temui di Mapolres Serang Kota, Selasa,(07/08/2018).

Tambahnya, Kapolres mengatakan, Polri juga TNI berkewajiban untuk menjaga masyarakat agar situasi tetap kondusif. “Masyarakat kan berhak memberikan informasi atas terjadinya ini, dan kekwatiran yang terjadi saat ini,” tutur Kapolres Serang Kota.

Lanjutnya, Ia berharap, agar dari pihak yang menolak dan mensetujui deklarasi tersebut agar menahan diri. “Jangan sampai kegiatan ini tidak membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia kedepan, karena situasi saat ini di Banten, khususnya kota Serang kondusif,tidak ada permasalahan dan sebagainya,” Lanjut AKBP Komarudin.

Sesuai peraturan UU dan Pemerintah, pihak kepolisian berkewajiban untuk menurunkan pasukan juga mengkaji kondisi saat ini, terjadi konflik atau tidak.” Jadi ini akan kita pertimbangkan, kita akan coba kordinasi dengan pihak panitia, jika memungkinkan kita akan mediasi dan duduk bersama karena ini benar benar harus di sikapi,” tambahnya.

Pihaknya juga menyarankan, jika di perbolehkan, agar dilakukan cara-cara yang beretika tidak mengedepankan pengerahan massa.

Sebelumnya, Tagar deklarasi 2019 ganti Presiden di alun alun kota Serang mendapat penolakan dari pemerintahan Kota Serang, hal yang sama juga di lapangan boru, dengan alasan pada hari tersebut berketepatan pawai Obor Asean games.

Namun, akhirnya pihak penyelenggara, mengaku akan tetap melangsungkan kegiatan tersebut di halaman parkir kenadziran sultan maulana yusuf Banten. Kepastian tersebut di dapat setelah pihak panitia menerima surat tentang perijinan kegiatan tersebut dari kenadziran Sultan Maulana yusuf,” ujar Ketua Panitia ,Sudrajat Syahrudin di Pondok Pesanten Al- Islam Kota Serang , Senin (06/08/2017).

“Kita juga sudah memberikan surat Keterangan ke Polda Banten untuk melangsungkan kegiatan tersebut, dan tembusan ke Polres Serang Kota,” ujar ketua Panitia.

Sementara itu, Devisi Humas Pemuda Desa Bersatu (Pedas), Rasid Ridho mengatakan,menolak Deklarasi Tager 2019 karena Ia beranggapan tempat deklarasi tersebut di Pusat peradaban Banten.

” Saya kira ini harus di sikapi juga di kawal oleh seluruh elemen masyarakat Banten, karena muatan politis sangat krusial, karena tempat acara tersebut dibuat di pusat peradaban Banten dan ini mencedrai marwah Banten, sebagai daerah yang hari di jadikan tempat objek masif oleh kelompok tertentu.”

“Kedua masyarakat Banten harus melihat pengamatan lurus yang kemudian mencerna isu isu yang masuk di Banten. Kemudian, kami dari pemuda Banten bersatu atau pemuda desa bersatu (pedas) ingin sekali duduk bersama dengan semua pihak, bagaimana Banten ke depan menjadi daerah yang aman dan damai.”

“Kedepan kita akan lakukan kegiatan bagaimana Banten secara umum, bisa menjaga stabilitas politik nya dan ada kerangka, agar masyarakat bisa berdikari dan tidak terbawa provokasi atas kelompok kelompok yang ingin mengubah idilogi bangsa kita ini ,” ujar devisi humas pedas, Rasid Ridho (charles)

Bagikan di Media Sosial mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.