SOSIALISASI REVISI RTRW PROVINSI BANTEN 2010-2030 TAHUN 2017

SERANG – Sekitar 11,8 persen penyesuaian dilakukan Pemerintah Provinsi Banten demi menyelaraskan antara Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Banten dengan kebijakan pemerintah pusat.
Hal tersebut diketahui dalam Sosialisasi Revisi RTRW Provinsi Banten 2010-2030 tahun 2017 yang digelar Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten di Krakatau Room, Le Dian Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang.
Dikatakan Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina, setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan landasan dan acuan pembangunan daerah tersebut akhirnya harus mengalami penyesuaian. Perubahan perda RTRW Provinsi Banten ini menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang tata ruang wilayah secara nasional, termasuk tata ruang daerah perbatasan Banten yang juga ikut berubah seiring dengan perubahan RTRW nasional.
“Di antaranya, RPJMN 2016 yang mengalami perubahan, sebelum itu tahun 2012 ada Perpres Nomor 2 tahun 2012 tentang RTRWN Jawa Bali, project strategis nasional dan RTRW 2017 ini tentunya harus diadaptasi,” katanya, Rabu (6/9/2017).
Menurut Hudaya, dari sekian banyak sektor terdampak, yang paling berpengaruh adalah sektor industri. “11 persen itu kami yakin sudah sesuai dengan yang pusat. Sementara 0,8 persennya penyesuaian-penyesuaian lain lah,” ujar dia.
Selain itu, perubahan yang dilakukan untuk RTRW 2017 ini adalah untuk menjaga ruang-ruang wilayah seperti pertanian dan wilayah hutan. 
“Ini juga merupakan penyesuaian dengan kebijakan baru pemerintah pusat tentang ketersediaan pangan, di mana pemerintah pusat menambah kawasan-kawasan pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan cadangan pangan nasional. Di sana ada perubahan kawasan peruntukkan hutan dan perkebunan, menjadi kawasan pertanian dan infrastruktur dan pemukiman,” ujarnya seraya menambahkan bila hasil perubahan tersebut juga berkaitan erat denga tata ruang wilayah kabupaten/kota.
Nantinya, semua peruntukan kawasan yang sudah diatur pemerintah kabupaten/kota di Banten harus disesuaikan dengan RTRW Banten hasil perubahan. Bila RTRW kabupaten/kota belum disesuaikan, maka peruntukkan kawasan mengacu kepada RTRW provinsi hasil perubahan.
“Yang nantinya penggunaan lahan oleh pemilik ternyata tidak sesuai RTRW provinsi hasil perubahan, karena mengacu kepada RTRW kabupaten/kota setempat. Ya aturannya harus dibuat bahwa ada rekayasa-rekayasa peralihan penggunaan lahan. Jika rekayasa tidak dapat dilakukan karena berbagai hal, maka pemerintah setempat wajib melakukan penggantian lahan tersebut secara layak kepada pemilik,” tutur dia.
Bappeda Banten berharap, revisi RTRW Banten 2010-2030 tahun 2017 ini bisa dilakukan dengan serius sehingga penataan daerah bisa lebih baik. “RTRW ini sebagai cara kita untuk membuat masa depan Banten yang lebih baik. Tata ruang kita pastikan tidak sekedar catatan tapi juga harus terimplementasi, karena ada konsekuensinya,” ucap Hudaya. *Humas/Vic
Bagikan di Media Sosial mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

vulkan vegas, vulkan casino, vulkan vegas casino, vulkan vegas login, vulkan vegas deutschland, vulkan vegas bonus code, vulkan vegas promo code, vulkan vegas österreich, vulkan vegas erfahrung, vulkan vegas bonus code 50 freispiele, 1win, 1 win, 1win az, 1win giriş, 1win aviator, 1 win az, 1win azerbaycan, 1win yukle, pin up, pinup, pin up casino, pin-up, pinup az, pin-up casino giriş, pin-up casino, pin-up kazino, pin up azerbaycan, pin up az, mostbet, mostbet uz, mostbet skachat, mostbet apk, mostbet uz kirish, mostbet online, mostbet casino, mostbet o'ynash, mostbet uz online, most bet, mostbet, mostbet az, mostbet giriş, mostbet yukle, mostbet indir, mostbet aviator, mostbet casino, mostbet azerbaycan, mostbet yükle, mostbet qeydiyyat