PPSDM KEBTKE Selenggarakan Pelatihan Teknis Pengenalan Infrastruktur PLTS Rooftop Dan PLTS

JAKARTA (gerbangbanten.co.id) – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pengenalan Infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat (Sistem Distance Learning) dimulai pada tanggal, 12 sampai dengan 14 Juli 2021.

Kepala PPSDM KEBTKE, Laode Sulaeman menyampaikan bahwa saat ini, kita berada di era pemanfaatan energi baru terbarukan secara massif dilaksanakan oleh seluruh dunia. Jika kita perhatikan sejak terjadinya pembahasan mengenai “meet zero emition: baik di negara G7 maupun negara G20 melalui perdebatan yang sengit akhirnya kebijakan meet zero emition tsb disetujui.

“Ini artinya, negara yang tergabung dalam G7 dan G20 berkomitmen pada suatu waktu nanti, akan mencoba menggeser pola pemanfaatan energinya dari yang berbasis batubara dan fosil, seperti di ASEAN akan bergeser pada pembangkit yang berbasis renewable energy. Salah satunya, adalah pembangkit yang memanfaatkan cahaya matahari untuk membangkitkan listrik sehari-hari. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia menghadapi beberapa tantangan. Dari sekian banyak tantangan ada beberapa tantangan yang khusus terkait dengan bagaimana kita mengembangkan PLTS ini”kata Laode. Senin, 12/07/2021.

Jika kita bandingkan dengan China yang sudah lebih maju dalam pengembangan PLTS nya, selain negaranya luas juga didukung oleh penyiapan lahan yang memadai dari pemerintahnya sendiri. Indonesia agak berbeda system pengaturan lahan, jadi sebagian besar lahan-lahan tersebut tidak dimiliki dan diatur secara khusus pengelolaanya oleh pemerintah, tetapi lahan tersebut adalah milik pribadi yang ketika akan dimanfaatkan maka membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar untuk pembebasan lahan. Ketika sudah berkomitmen dengan PEMDA untuk membangun PLTS Terpusat ternyata ketika akan dibangun ada kendala yang terjadi di masalah pembebasan lahan, ini adalah hal yang menjadi tantangan kita.

“Kalaupun lahannya tersedia, lahan tersebut tidak mampu dikembangkan untuk kapasitas yang besar, sehingga menjadi catatan penting, ada rencana yang dilakukan untuk kapasitas besar PLTS dan perlu dipikirkan kembali ketersediaan lahannya tidak mampu untuk menampung kebutuhan dari kapasitas listrik yang dibutuhkan wilayah tersebut”jelas Laode.

Sekarang ada inovasi yang dilakukan untuk membangun PLTS diatap gedung (PLTS Roof top), pembangunan PLTS diatas permukaan air dan lainya, inovasi ini tentu mendukung kebijakan kita kedepan untuk dapat meningkatkan kemampuan bangsa kita didalam menambah bauran energi terbarukan, khususnya terkait dengan PLTS Roof Top dan PLTS terpusat.

Lanjut Laode, bahwa saat ini kita masih harus berjuang keras bagaimana mendorong agar energi bauran kita dapat mencapai 23% di tahun 2025 dan tentu peran dari rekan-rekan sekalian menjadi penting. Kita harapkan agar target yang sudah ditetapkan dapat kita capai.

“Kemudian, pelatihan ini dalam rangka meningkatkan indeks profesionalisme ASN di lingkungan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, oleh karena itu saya berharap kita semua dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, tekun dan serius sehingga dapat memberikan manfaat atau benefit dalam mengimplementasikan pekerjaan sehari-hari” tutup Laode.

Sebagai lembaga pemerintah yang memberikan layanan kepada masyarakat saat ini telah memiliki predikat sebagai wilayah bebas korupsi atau disebut WBK. Selain itu LSK PPSDM KEBTKE juga telah mendapatkan nilai kinerja dengan predikat emas yang diberikan oleh Instansi pembina Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Kami SIAP menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. (Sri Asih).

Bagikan di Media Sosial mu