Perkebunan Kelapa Sawit Memberikan Dampak Positif Berkepanjangan Bagi Rakyat

Tema: Aspek Lingkungan

Oleh: Yudian
Media: gerbangbanten.co.id

Perkebunan Kelapa Sawit ternyata mempunyai banyak manfaat. Keberadaannya berdampak positif bagi masyarakat sekitar dan juga terhadap satwa liar yang ada disekitar perkebunan sawit. Belakangan, media massa sering memberitakan isu negatif tentang keberadaan kebun kelapa sawit. Salah satunya, perkebunan kelapa sawit baik milik BUMN, perusahaan swasta maupun milik perorangan sangat merugikan rakyat, terutama masyarakat disekitar perkebunan

Padahal tidak demikian, seperti halnya PT. Perusahaan Nusantara PTPN) VIII di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Salah satu perusahaan milik BUMN tersebut memperkerjakan masyarakat sekitar baik saat berlangsungnya pembibitan, pembentukan lahan, penanaman, perawatan sampai pemanenan dan berstatus karyawan tetap. Mayoritas yang mengerjakan adalah penduduk lokal, mereka para pekerja itu mendapatkan upah sesuai ketentuan pemerintah daerah setempat, serta mendapat jaminan hari tua.

Selain itu, ada juga tanggungjawab perusahaan terhadap penduduk yang tinggal di sekitar perusahaan perkebunan, yakni program perusahaan dalam bentuk Corporate Social Responcibility (CSR), program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, seperti bantuan kesehatan, bantuan sembako, bantuan bedah rumah yang tidak layak huni, bantuan sanitasi MCK, bantuan pendidikan atau beasiswa bagi anak yang berprestasi ataupun keluarga yang mampu.

Kemudian, ada keuntungan yang mungkin tidak disadari atau terlupakan bagi penduduk sekitar perkebunan PTPN VIII, mengapa demikian ? Sebab area perkebunan PTPN VIII adalah daerah pegunungan. Jadi, bagi penduduk yang tinggal di daerah alam pegunungan, dengan adanya perkebunan kelapa sawit maka akan terhindar dari bencana tanah longsor, juga tentu akan menjadikan daerah tersebut menjadi alam yang sejuk. Sebab belakangan sering terjadi penebangan pohon liar, sebagai pengganti pohon-pohon yang sudah ditebangi alangkah eloknya jika diganti dengan tanaman kelapa sawit disamping menghasilkan buah kelapa sawit yang menghasilkan berbagai macam manfaat juga akan menahan tergerusnya tanah dari pada saat musim hujan.

Keuntungan bagi penduduk yang tinggal di dataran rendah, maraknya kebakaran lahan gambut tentu akan mengurangi serapan air di saat musim hujan, apabila lahan gambut yang sudah habis terbakar alangkah baiknya lahan itu dijadikan perkebunan sawit. Untuk kembali membuat serapan air menggantikan lahan gambut yang sudah habis terbakar, disamping itu, jika ditanam kelapa sawit akan bermanfaat selain menggantikan lahan gambut, juga akan mendapatkan hasil yang lebih menguntungkan.

Perkebunan kelapa sawit memberikan dampak yang positif, memberikan keuntungan yang luar biasa terhadap ekonomi rakyat dan negara. Dampak yang positif terhadap rakyat adalah menjadikan keluarga yang sejahtera, mempunyai tempat tinggal yang layak huni, bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, mampu mempunyai fasilitas keluarga seperti kendaraan roda dua dan empat. Hal itu bisa terjadi dengan para pekerja di kebun kelapa sawit, apa lagi jika masyarakat itu mempunyai kebun sendiri, Jadi mereka mampu hidup layak.

Sisi positif lainnya, dari perkebunan kelapa sawit PTPN VIII di Sukabumi, yakni cocok dijadikan destinasi wisata, dengan alam pegunungan yang indah, bila kita memandang dari dataran tinggi di area kebun kelapa sawit PTPN VIII, maka akan terbentang pemandangan kebun kelapa sawit yang indah. Tentu hal itu membawa hal yang positif apabila dikelola dengan serius. PTPN VIII bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk dikelola dan dipromosikan melalui media.

Sementara, hal yang positif terhadap satwa liar seperti yang ada di Perkebunan PTPN VIII, yaitu berkembangbiaknya burung hantu, salah satu hewan yang akan keluar mencari mangsa pada waktu malam hari. Bahkan ada yang unik di PTPN VIII, burung hantu tersebut menjadikan gubuk tempat peristirahatan para karyawan menjadi tempatnya bersarang. Kenyataan itu merupakan bukti kecil yang bisa dilihat dengan kasat mata, apalagi jika melakukan dengan cara penelitian yang mendalam.

Ada juga yang perlu diketahui oleh masyarakat bahkan instansi terkait, yang mana di area perkebunan sawit PTPN VIII, ada tumbuhan langkah yang bernilai tinggi, yaitu pohon Gutta. Pohon Gutta adanya hanya ada di Sukabumi untuk di seluruh Indonesia, menurut penuturan pegawai PTPN VIII pohon Gutta sudah ada sejak jaman penjajahan, pohon Gutta hanya daunnya saja yang di petik dan diolah menggunakan mesin tersendiri setelah daunnya menjadi serbuk halus lalu dimasukan kedalam alat permentasi, setelah itu akan menimbulkan getah yang sudah membeku. Hasil yang sudah itulah dicetak sesuai pesanan dengan harga jual /Kg sekitar Rp 4 juta, untuk mengelolah tumbuhan Gutta sebaiknya instansi terkait bergerak untuk membudidayakan dan memasarkan hasilnya.

Semua Infomasi diatas adalah hasil BPDPKS Pers Tour Journalist Fellowship & Training 2021 Bacth I Ke PTPN VIII di Sukabumi

Bagikan di Media Sosial mu