Pengadaan Jasa Layanan Managed Service Transaksi Keuangan Elektronik dan Digital

Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten/BEKS) tengah berupaya melakukan berbagai langkah strategis untuk melakukan pengembangan layanan transaksi elektronik/digital yang bertujuan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah saat ini.

Dalam upaya tersebut, Bank Banten tengah melakukan lelang pengadaan Jasa Layanan Managed Service Transaksi Keuangan Elektronik/Digital pada tanggal 24 Juli 2021 yang hingga saat ini telah sampai pada tahapan akhir.

Sekretaris Perusahaan Bank Banten, David Aryanto Dwi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pengadaan tersebut di atas sudah berjalan dengan dasar peraturan pengadaan yang berlaku di Bank Banten serta mengikuti prinsip – prinsip pengadaan yang berlaku secara umum.

Metode pengadaan yang digunakan disusun sesuai dengan kebutuhan pemenuhan peraturan pengadaan, pemenuhan ketentuan regulasi, pemenuhan prinsip GCG ( Good Corporate Governance ) perusahaan, dan karakteristik jenis barang dan jasa yang dibutuhkan Bank Banten.

Pada pelaksanaan kegiatan pengadaan yang dilakukan memang tidak menggunakan fasilitas LPSE dikarenakan pertimbangan kesesuaian dan kebutuhan metode pengadaan yang berbeda. Akan tetapi urutan kegiatan pengadaan yang dilakukan kami yakini sudah mengakomodir kebutuhan proses pengadaan secara terbuka, fair, detail, objektif, akurat, dan memenuhi prinsip GCG ( Good Corporate Governance ) yang berlaku di Bank Banten.
Pelaksanaan pengadaan Jasa Layanan Managed Service Transaksi Keuangan Elektronik/Digital dilakukan dengan metode lelang umum dan metode evaluasi nilai teknis atau merit point. Sedangkan urutan kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pengumuman lelang melalui media dan undangan ke perusahaan – perusahaan penyedia jasa solusi perbankan yang ada di Indonesia. Dilakukan pada tanggal 23 Juli 2021.

2. Aanwijzing (Rapat penjelasan), dilakukan pada tanggal 27 Juli 2021 dengan melakukan penjelasan mengenai peraturan dan urutan pelaksanaan kegiatan yang dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang juga dibagikan kepada para peserta pengadaan. Acara ini dihadiri oleh 11 perusahaan penyedia jasa dan solusi aplikasi perbankan di Indonesia yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta pengadaan.

3. Pemasukan Dokumen Penawaran Pengadaan, dilakukan pada tanggal 30 Juli 2021 dengan 3 perusahaan peserta pengadaan yang memasukan dokumen penawaran dan 1 perusahaan yang tidak dapat memasukan dokumen penawaran pengadaan dikarenakan keterlambatan terhadap batas waktu yang telah ditetapkan oleh panitia.

4. Pembukaan Dokumen Penawaran Pengadaan dan evaluasi kualifikasi peserta pengadaan dilakukan pada tanggal 30 Juli 2021 dengan hasil 1 perusahaan peserta pengadaan dinyatakan gugur karena kekurang lengkapan dokumen administrasi/kualifikasi yang dipersyaratkan, serta 2 perusahaan yang dinyatakan lolos mengikuti tahapan pengadaan selanjutnya.

5. Tahapan Evaluasi Teknis, dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 4 Agustus 2021 yang terdiri dari 3 tahapan evaluasi teknis yaitu :

a. Kegiatan Proof Of Concept (POC)
Merupakan serangkaian kegiatan pengujian dan pembuktian kinerja fungsi dan fitur seluruh modul aplikasi yang dibutuhkan dan ditawarkan peserta pengadaan ke Bank Banten. Pengujian dan pembuktian dilakukan oleh tim teknis dan tim kompetensi pengguna Jasa Layanan Transaksi Keuangan Elektronik/Digital di Bank Banten.
b. Kegiatan Customer Visit/pengecekan referensi pengguna
Merupakan kegiatan pengujian dan pembuktian solusi yang ditawarkan melalui interview dan diskusi dengan pengguna/Bank lain yang diinformasikan oleh peserta pengadaan serta dipilih secara acak oleh panitia pengadaan agar bisa mendapatkan masukan informasi yang objektif dan netral terhadap kinerja perusahaan dan solusi yang ditawarkan oleh peserta pengadaan ke Bank Banten.
c. Kegiatan Vendor Visit
Merupakan kegiatan pengecekan/pembuktian terhadap ketersediaan tenaga kerja, fasilitas kerja, prosedur, dan kesesuaian spesifikasi teknis dari jasa dan solusi yang ditawarkan oleh peserta pengadaan ke Bank Banten.
6.
Tahapan Pembukaan Penawaran Harga dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2021 oleh panitia pengadaan dan peserta pengadaan.

7. Tahapan Negosiasi Harga dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2021 oleh panitia pengadaan.

8. Tahapan Penetapan Hasil Skoring Evaluasi Teknis dan Harga sesuai dengan ketentuan dan formulasi yang telah ditetapkan oleh panitia pengadaan.

9. Penyusunan dan Penetapan Usulan Calon Pemenang dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2021.

10.Tahapan Pengumuman Pemenang dilakukan pada tanggal 9 Agustus 2021 melalui media, website Bank Banten dan pemberitahuan melalui email kepada peserta pengadaan.

Proses selanjutnya memasuki Tahapan Masa Sanggah, sesuai dengan ketetapan pada dokumen Rencana Kerja dan Syarat (RKS) pengadaan Jasa Layanan Manage Service Transaksi Keuangan Elektronik/Digital, dan selanjutnya akan dapat ditetapkan pemenang pengadaan apabila tidak terdapat sanggahan atau penyelesaian tanggapan terhadap sanggahan sudah dilakukan panitia pengadaan. Panitia pengadaan Bank Banten sampai sejauh ini meyakini bahwa proses pengadaan telah dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Bank Banten dan akan dijalankan hingga tahap akhir.

“Dalam hal ini kami juga telah memasukkan rencana pengembangan Jasa Layanan Transaksi Keuangan Elektronik/Digital dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank Banten. Harapan kami semua persiapannya sejalan dengan ketentuan yang ada, dan kami bisa segera launching. Saat ini kami terus mempersiapkan infrastrukturnya.

Nasabah saat ini rata-rata dapat mengakses internet dan teknologi, serta menginginkan layanan keuangan yang lebih mudah. Langkah ini merupakan keharusan agar Bank Banten bisa kian dicintai oleh nasabah,” tutur David.
Berbagai langkah strategis untuk melakukan transformasi digital dilakukan oleh perseroan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Disamping itu upaya perseroan untuk melakukan efisiensi biaya IT dengan managed service ini bisa dicapai. Harapannya, Bank Banten bisa meraih cita-cita untuk kian meraih kepercayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat rebuild the trust, reach the glory.
***

Bagikan di Media Sosial mu