Mahasiswa Tagih Perbaikan Layanan Dari Wahidin-Andika

SERANG (Gerbang Banten) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Serang, PP Hamas, Front Aksi Mahasiswa (FAM) dan Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) Universitas Islam Negeri (UIN) Banten menagih janji perbaikan dari Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumi.
Tuntutan itu, dilakukan oleh puluhan mahasiswa tersebut, di depan Kampus UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, dalam acara aksi demontrasi, Senin (21/8) . “Program 100 hari kerja pasangan WH-Andika di Provinsi Banten perlu bukti bukan janji,” kata Ketua GMNI Serang Solahudin, dalam orasinya.
Mereka menagih berbagai perbaikan layanan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten, di bawah pimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (WH-Andika). “Ini merupakan desakan, perbaikan selama masa 100 hari kerja sesuai visi-misi menjelang pencalonan mereka,” katanya.
Di dunia pendidikan kata Solahudin,   dengan anggaran mencapai 20 persen dari total nilai APBD, tak terlihat perubahan yang berpihak kepada rakyat. Biaya pendidikan naik, cendrung memberatkan dan tidak lebih mudah.
“Demikian juga terhadap kesejahteraan para tenaga pengajar serta insfratruktur gedung sekolah masih banyak yang rusak dan tidak layak,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini masih ditemui banyaknya  masalah di dunia pendidikan di Banten. Selain persoalan pendidikan juga masalah kesehatan yang sulit diakses oleh masyarakat
“Kasus penolakan pasien di RSUD milik Pemprov Banten masih terjadi dan masih banyak masyarakat yang sakit memilih berbaring di rumahnya akibat ketiadaan biaya untuk berobat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, permasalahan insfratuktur jalan di Banten pun tidak pernah diselesaikan secara tuntas. Insfratruktur jalan yang sangat membantu untuk perekonomian masyarakat Banten masih banyak yang rusak.
“Permasalahan insfrastruktur seakan membuat jurang perbedaan antara wilayah Banten Selatan dengan Banten Utara,” katanya.
Angka pengangguran dan jumlah lapangan kerja kata Solahudin juga menjadi permasalahan klasik di Banten. Tingginya angka pengangguran berbanding terbalik dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.
Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim menjanjikan kehidupan yang layak bagi para veteran di Provinsi Banten, salah satunya adalah memberikan pelayanan gratis bagi veteran. “Saya lagi programkan buat keluarga veteran, harus kita gratiskan biaya kesehatannya,” kata Wahidin pada acara ramah tamah dengan Veteran, Purnawirawan, Wredhatama, dan Warakawuri angkatan 45, di Pendopo Gubernur, Selasa (15/08).
Wahidin mengatakan, peningkatan pelayanan kesehatan  bagi veteran dan keluarganya tersebut akan dilakukan dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis yang bersifat mobile. Sehingga, para veteran yang secara fisik sudah tidak mampu lagi untuk mendatangi tempat pelayanan kesehatan akan didatangi oleh dokter atau tim medis di tempat tinggalnya.
Menurut Wahidin, pelayanan kesehatan terhadap veteran diberikan sebagai bentuk peduli atas jasa dan perjuangan mereka di waktu lalu. (Red/01)

Bagikan di Media Sosial mu

2 komentar pada “Mahasiswa Tagih Perbaikan Layanan Dari Wahidin-Andika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *