Liga 1 Sudah Siap Dipimpin Wasit Asing

Gerbang Banten – PSSI telah memastikan akan menggunakan wasit asing di putaran kedua Liga 1. Namun, tidak untuk seluruh pertandingan.

Keluhan klub-klub Liga 1 terkait wasit sudah sedikit terjawab. PSSI telah memastikan bahwa pihaknya telah mendapatkan wasit asing asal Australia dan Kirgizstan, yang terdiri dari dua wasit utama dan empat asisten wasit.

Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, wasit asing nantinya tidak bertugas setiap pertandingan. Mereka hanya akan memimpin dua pertandingan di setiap periode. Periode pertama pada 2-15 Agustus, periode kedua 14 hari selanjutnya, dan terus dihitung 14 hari untuk periode berikutnya

“PSSI bersama PT LIB telah menetapkan periode penggunaan wasit asing. Jadi periode penggunaannya sampai akhir kompetisi. Tetapi kami bagi cut off-nya per dua pekan, jadi dua pekan pertandingan sekali akan ada wasit yang datang dan itu bergantian,” ujar Tisha.

“Wasit asing akan memimpin dua pertandingan saja dalam satu periode, tapi, kalau pertandingan padat bisa tiga kali memimpin pertandingan. Misalnya, kalau setiap hari ada pertandingan, maka kemungkinannya ada dua pertandingan dalam satu pekan. Match-nya mana saja? Nanti akan dipilih, tapi saat ini masih kami diskusikan. LIB sudah mengatakan tidak akan me-review wasit hingga H-1 laga,” sambung wanita 32 tahun itu.

Meski sudah memastikan asal negara para wasit asing yang akan bertugas di Liga 1, Tisha belum bisa menyebutkan nama-namana. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa nama para wasit asing itu sudah ada di imigrasi untuk diurus izin kerjanya.

Wasit asing ini nantinya juga tidak sekadar bertugas memimpin pertandingan. Mereka nantinya diharapkan bisa membagi pengalamannya kepada wasit lokal saat sedang tidak bertugas.

“Wasit asing bukan hanya jadi pengadil di lapangan, tapi juga akan menjadi role model. Jadi nanti di jeda waktu pertandingan, wasit asing bisa sharing pengalamannya menangani kasus per kasus dalam pertandingan. Karena ini berhubungan dengan kultur. Bagaimana menangani permasalahan dalam pertandingan dilihat dari aspek sosial kultural dalam laga sepakbola,” kata Tisha.(irna)

Sumber : Detik.com

Bagikan di Media Sosial mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.