*Jangan Terlewat, Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN Melalui Pelatihan Bersama PPSDM KEBTKE*

JAKARTA (gerbangbanten.co.id) – Sebagai pengukuran IP ASN dilingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) salah satunya mengikuti pelatihan untuk meningkatkan indeks profesionalisme ASN Kementrian ESDM, hasil pengukuran nantinya dapat digunakan sebagai dasar penilaian evaluasi dalam upaya pengembangan profesionalisme ASN.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bekerjasama dengan PT. PLN (Persero) Pusdiklat Unit Pendidikan dan Pelatihan Makassar Renewable Energy Academy menyelenggarakan Pelatihan Teknis Perencanaan Energi (Sistem Distance Learning), pada tanggal, 26 sampai dengan 30 Juli 2021.

Kepala PPSDM KEBTKE dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa rencana energi kedepan bergulir ditangan rekan-rekan, kenapa demikian? karena dinamika perkembangan kebijakan energy dalam 10 tahun terakhir ini sangat berbeda dengan kondisi 10-20 tahun yang lalu. Baru saja kemarin pertemuan tingkat G20 yang mana pada tahun 2022 nanti yang akan menjadi tuan rumah adalah Indonesia. Dan pada pertemuan tersebut kita sudah mencanangkan bahwa kita mendukung untuk proses net zero emition, sehingga ini sangat penting karena kita akan berada sebagai salah satu negara yang harus merencanakan energi ke depan itu bagaimana utilisasi dari energi terbarukan mendorong untuk bisa menyeimbangkan penurunan energi fosil.

“Sekitar 10 tahun yang lalu, kebijakan kita untuk menggantikan bahan bakar minyak tanah bergulir dan pada saat itu posisi kita adalah menggantikan minyak tanah dengan LPG. Pada saat kita melaksanakan hal itu, kita lupa tidak melihat kemampuan dalam negeri kita memproduksi LPG pasokannya tidak lebih dari 5 juta ton pertahun sedangkan kebutuhan kita saja waktu itu sudah diatas angka tersebut, lalu 10 tahun kemudian kita merasakan kondisi yang keberatan, kenapa? karena LPG yang sudah banyak kita rasakan asalnya dari import, sehingga hal ini mendorong kita memikirkan kembali bagaimana agar LPG ini perlahan digantikan dengan energi lainnya”ungkap Laode.

Lanjut Laode, dan ternyata kita memiliki cadangan gas yang dapat dibangun untuk masyarakat dan cadangan gas tersebut dialihkan dengan pipa distribusi lalu kita kebal dengan gas kota atau kita kenal sebagai pembangunan jargas yang setiap tahun dicanangkan pemerintah. Itu salah satu contoh bahwa kebijakan energi ini sangat penting karena menyangkut kehidupan masyarakat Indonesia bukan hanya jangka pendek tetapi juga dalam jangka menengah dan panjang.

“Salah satu pengajar kita, Sdr. Erick Hutrindo sedang merancang suatu pemodelan energi bagaimana nanti ketika kita mulai menurunkan perlahan konsumsi kita yang cukup besar di sisi energi fosil khususnya batubara. Ini menjadi isu yang menarik karena disisi lain kita masih punya cadangan yang memadai sampai dengan 20-30 tahun kedepan tetapi disisi lain kita juga mulai dibatasi untuk bisa memanfaatkan skala besar tanpa diimbangi dengan pemanfaatan energi terbarukan, maka kita masih disukai isu net zero bukan net zero emition”jelas Laode.

Lebih jauh, laode memaparkan kalau net zero emition berarti emisinya benar-benar sudah 0 tetapi jika net zero emisi yang kita hasilkan seimbang dengan langkah kita menggunakan energi terbarukan, sekilas mengenai adanya kebijakan-kebijakan sebelumnya yang berdampak kepada konsumsi energi kita kedepan.

“Harapan saya, dari hasil instan learning ini akan memberikan wawasan dan masukan kepada kita semua sehingga kelak dalam proses pengambilan kebijakan, akan menghasilkan kebijakan yang berimbang. Berimbang yang dimaksud bukan hanya kita mengikuti kebijakan yang berbasis nasional tetapi juga kebijakan tersebut hendaknya dapat terus memberikan manfaat kepada rakyat Indonesia”tutup Laode.

PPSDM KEBTKE SIAP menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. (Sri Asih).

Bagikan di Media Sosial mu