*Di Dapuk Sebagai Head Of Implementation Unit Pada RESD Project, PPSDM KEBTKE Siap Sukseskan Kerjasama Dengan Swiss*

JAKARTA (persepsi.co.id) – Kerjasama antara Pemerintah Swiss (SECO – State Secretariat of Economic Affairs) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM KESDM) tentang pelaksanaan program asistensi teknis Renewable Energy Skills Development (RESD) telah ditandatangani pada tanggal 02 Desember 2020.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE mengatakan tujuan utama dari RESD adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya, hybrid surya diesel dan air melalui (1) penciptaan program D4 di 5 politeknik di Indonesia, 2) peluncuran program kursus energi terbarukan secara modular pada 5 lembaga pelatihan non formal, dan 3) pertukaran informasi dan komunikasi.

“Saya mendapat mandat sebagai Head of Project Implementation Unit pada RESD Project dalam sambutan pembukaan “DACUM Workshop RESD Project on Solar, Solar Hybrid dan Hydro” menyampaikan bahwa penyelenggaraan lokakarya pengembangan kurikulum atau Developing a Curriculum (DACUM) Workshop yang merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pada proyek pengembangan keterampilan energi terbarukan atau Renewable Energy Skills Development Project yang disingkat RESD”ungkapnya Laode. Rabu, 07/07/2021.

Kemudian, Kerjasama program asistensi teknis RESD antara SECO dan BPSDM Kementerian ESDM telah ditandatangani pada tanggal 2 Desember 2020, dengan harapan bahwa asistensi teknis ini mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dalam lingkup perencanaan, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, hingga pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik yang dikhususkan pada PLTS, hybrid PLTS-PLTD dan PLT Hidro.

“Dalam rangka, pengembangan kompetensi tenaga kerja sesuai lingkup yang saya sebutkan tadi, perlu dilaksanakan workshop/lokakarya menyusun kurikulum pelatihan modular yang sesuai dengan kebutuhan dari entitas pelaku pasar, dengan mencari masukan dari para peserta workshop yang terkait dengan okupansi kerja, uraian tugas dan unit kompetensi operator. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya DACUM Chart yang memuat rincian tugas dan pekerjaan (duties and tasks) dari operator pembangkit listrik energi terbarukan dan hasil survei berupa skala prioritas, kesulitan, faktor kritis, frekuensi tugas dan pekerjaan dari jabatan operator pembangkit”jelasnya.

Lanjut, Laode mengatakan kami mengucapkan terima kasih kepada para panelis, pengamat, dan fasilitator atas kesediaannya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Online DACUM workshop yang diselenggarakan pada tanggal 8 s.d. 9 Juli 2021 untuk topik DACUM PLTS dan Hybrid PLTS-PLTD serta tanggal 13 s.d. 14 Juli untuk topik PLT Hydro.

“Harapan saya, semoga kegiatan ini dapat berhasil guna serta memiliki keluaran kebermanfaatan yang berkelanjutan, dan mendapatkan manfaat yang optimal terhadap tujuan utama”tutupnya. (Sri Asih).

Bagikan di Media Sosial mu