ANDIKA DAPAT POTONGAN PERTAMA TUMPENG HUT KE-491 KABUPATEN SERANG

SERANG – Wakil Gubernur Banten mendapatkan potongan pertama tumpeng HUT ke-491 Kabupaten Serang, dari Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dalam prosesi potong tumpeng rangkaian HUT ke-491 Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Minggu (8/10). Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan setelah sebelumnya digelar Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang tentang HUT ke-491 Kabupaten Serang di gedung DPRD Kabupaten Serang yang masih terletak satu kawasan dengan Pendopo Bupati. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin tampak mengapit Andika saat berjalan kaki menuju Pendopo Bupati usai mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang.

“Sebetulnya kami, saya dan Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) memaknai ini (potongan pertama tumpeng) sebagai simbolisasi dari amanat agar Pemprov Banten terus membantu dan mengayomi serta memperhatikan Kabupaten Serang,” kata Andika saat ditanya pers mengenai diberikannya potongan pertama tumpeng tersebut.

Lebih jauh Andika berharap, melalui momentum HUT Kabupaten Serang tersebut, Pemkab Serang untuk terus memacu diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Serang dan secara serius memanggul amanah berupa mewujudkan visi-misi mensejahterakan warga Kabupaten Serang.

Sementara itu, saat membacakan sambutan Gubernur Banten Wahidin Halim, Andika mengatakan, Pemprov Banten meminta pemerintah daerah di Banten, termasuk Pemkab Serang, untuk meningkatkan sinergisitas dengan Pemprov Banten kaitannya dengan program-program pembangunan yang tengah dilakukan Pemprov Banten. Dikatakan Andika, Pemerintah Provinsi Banten saat ini akan merampungkan RPJMD 2017-2022. Dimana terdapat beberapa agenda prioritas yaitu bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Di bidang pendidikan, kata Andika, Pemerintah Provinsi Banten upaya yang ditempuh Pemerintah Provinsi Banten untuk pemerataan akses pendidikan adalah dengan mengalokasikan Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebagai pendamping BOS nasional, sehingga biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau. Pemprov Banten juga membangun unit sekolah baru (khususnya pembangunan sekolah baru SMA dan SMK di setiap kecamatan yang belum memiliki SMA dan SMK negeri), ruang kelas baru, menyediakan alat peraga sekolah dan ruang praktek siswa, serta meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Pada bidang kesehatan, Andika melanjutkan, untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas, Pemprov Banten berkomitmen menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Banten. Dimana salah satunya adalah pembiayaan layanan kesehatan gratis bagi 7 masyarakat yang belum memiliki BPJS hanya dengan menggunakan E-KTP. Program ini berupaya memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang akan berobat di Puskesmas dan RSUD milik pemerintah daerah menggunakan skema pembiayaan dalam bentuk sharing APBD yang terintegrasi dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS.

Terkait infrastruktur, Andika menyebut, diprioritas pada pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, normalisasi sungai dan situ serta infrastruktur pertanian, pembangunan infrastruktur transportasi serta pembangunan infrastruktur pariwisata, termasuk penataan kawasan budaya dan penanganan kawasan kumuh. Pembangunan dan perbaikan jalan ditargetkan selesai dalam 3 (tiga) tahun ke depan, dengan skema multi-years contract bagi perbaikan dan pemeliharaan jalan rusak yang tidak selesai dalam satu tahun anggaran.

Banten Lama

Masih membacakan sambutan Gubernur, Andika mengatakan, sejarah mencatat bahwasanya pembentukan wilayah Kabupaten Serang tidak terlepas dari Kesultanan Banten dimana tepat pada tanggal 08 Oktober 1526 masehi atau 1 Muharram 933 Hijryah saat penobatan Sultan Hasanudin sebagai Sultan Banten pada saat itu, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Serang melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Hari Jadi Kabupaten Serang. Kabupaten Serang menjadi wilayah strategis yang berkaitan dengan Sejarah Kesultanan Banten.

Andika melanjutkan, Pemerintah Provinsi Banten, bersama Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Serang telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan terkait dengan Revitalisasi Kawasan Banten Lama. Dimana Pemerintah Provinsi sebagai inisiator berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan suprastruktur pariwisata guna meningkatkan potensi Banten Lama sebagai destinasi wisata religi yang potensial. “Meskipun sebagian besar wilayah peninggalan Kesultanan Banten saat ini merupakan wilayah administratif Kota Serang, akan tetapi Kabupaten Serang memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan Kesultanan Banten,” ujarnya. (*)

Bagikan di Media Sosial mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.