Adyaksa dault lantik pengurus Sako Sekawan Persada Nusantara

Lebak, Gerbangbanten.co.id – Pramaka Satuan Komunitas (Sako) Sekawan Persada Nusantara dibawah pembinaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menjadi Sako Pramuka bermasis Masjid terbaik. Demikian dikatakan ketua Kwarnas, Adyaksa
Dault,saat melantik pembina dan pengurus Pramuka Sako SPN di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Lubang Buaya Pondok Gede Jakarta Timur.

“Sako Pramuka Berbasis Masjid dan Pondok Pesantren, Sekawan Persada Nusantara, (SPN) adalah sako terbaik dari sekian sako yang ada selama ini. Sebagai gerakan berbasis masjid dan pondok pesantren, Pramuka SAKO SPN merupakan gerakan kepanduan yang unik. Sebagaimana kegiatan kepramukaan pada umumnya, namun di antara kegiatan itu ditanamkan
hikmah teladan Rasulullah SAW yang kandungannya berasal dari Alquran dan Alhadits,” Kata Adyaksa, Kamis, 11/05/2017.

Selanjutnya, Adyaksa menjelaskan bahwa sesuai dengan UU no.12 Tahun 2010, tentang Gerakan Pramuka, Sako (Satuan Komunitas) adalah mitra strategis bagi Pramuka yang menghususkan dalam bimbingan dan pembinaan gugus depan, maka keberadaan sako kedepan menjadi sangat penting bagi Pramuka.

Sebagai gerakan berbasis masjid dan pondok pesantren, Pramuka SAKO SPN merupakan gerakan kepanduan yang unik. Sebagaimana kegiatan kepramukaan pada umumnya, namun di antara kegiatan itu ditanamkan hikmah teladan Rasulullah SAW yang kandungannya berasal dari Alquran dan Alhadits.

“SAKO SPN merupakan gerakan Pramuka yang unik, mereka memiliki basis di pesantren dan masjid. Dengan demikian mereka mampu membentuk karakter umat Islam sejak dini. Saat ini minim gerakan kepramukaan berbasis masjid dan pesantren,” ujar Adhyaksa.

Majelis Pembimbing dengan ketua Prasetyo Sunaryo dan Pimpinan ‎Harian Satuan Komunitas Sekawan Persada Nuasantara (SAKO SPN), Edwin Semirosa,‎ dilantik oleh Ketua Kwarnas Kak Adyaksa Dault di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, untuk menggantikan kepengurusan periode sebelumnya.

Kak Edwin Sumiroza selaku Ketua Pimpinan, pada saat acara pelantikan menyampaikan penjelasannya bahwa SAKO SPN, ini merupakan gerakan kepramukaan yang berbasis Masjid dan Pesantren sebagai wahana bagi DPP LDII untuk membangun karakter bangsa sejak dini. ‎

Sementara itu, Prasetyo Sunaryo, ketua Mabi SAKO SPN mengatakan, DPP LDII telah mencanangkan gerakan membentuk insan yang Profesional Religius dalam satu dekade terakhir. Program ini juga dibarengi dengan pembentukan Pembina Penggerak Generus (PPG), yang fokus membentuk karakter anak-anak hingga remaja menjadi generasi yang paham agama,berakhlak mulia, dan mandiri.

“Salah satu tool atau alat PPG untuk membangun karakter generasi muda LDII adalah Pramuka yang terhimpun dalam SAKO SPN,” ujar PrasetyoSunaryo.

Tentang Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN).

Diketahui, cikal bakal SAKO SPN adalah gerakan Pramuka Gudep 339 SunanGunung Jati di Jakarta Barat pada 1969. Lalu kemudian disusul kegiatan Gugus Depan Pramuka di Pesantren Burengan Kediri pada 1970. Gerakan Pramuka berbasis masjid dan pesantren ini kemudian tumbuh di Jakarta dan Bandung, yang dilaksanakan oleh warga Lemkari/LDII.

Di Jakarta warga Lemkari/LDII membentuk Gugus Depan (Gudep) Pangeran Jayakarta dan Umar bin Khottob. Pada 1975, Gudep Umar bin Khottob mengikuti acara Long March Divisi Siliwangi yang diadakan oleh Pangdam Siliwangi. ‎Pada 1980, Gudep-gudep yang dipunggawai warga Lemkari/LDII membentuk perkumpulan yang dinamai Gudep Sekawan.

Kemudian, ketika pemerintah melahirkan UU No 10 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. UU tersebut kemudian diterjemahkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) dengan mengeluarkan Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 177 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Komunitas Pramuka, yang mengatur satuan organisasi Pramuka berdasarkan
profesi, aspirasi, dan agama.

Dua peraturan ini disambut Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dengan membentuk Tim 7 untuk membentuk Sako SPN sekitar 21 Agustus 2011. Kemudian dilantik oleh Kwarnas pada 21 November 2013 oleh Ketua Kwarnas Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH.

Pelantikan Sako SPN oleh Kwarnas berdasarkan SK Ketua Kwarnas No. 206 Tahun 2013 Tentang Sako Pramuka SPN, SK Ketua Kwarnas No. 207 Tahun 2013 Tentang Pimpinan Sako Pramuka SPN Tingkat Nasional, dan SK Ketua Kwarnas No. 208 Tahun 2013 Tentang Majelis Pembimbing Sako Pramuka SPN Tingkat Nasional.

Sako SPN menegaskan diri sebagai Pramuka berbasis masjid, yang fokusmembentuk generasi muda sebagai pribadi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, berakhlak mulia, dan mandiri. Sako SPN memiliki Sakoda DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Lampung dan dalam persiapan 28 provinsi.(Handa)

Bagikan di Media Sosial mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.